Aku di-Bully Teman Sekelasku

Di suatu siang di dalam sebuah kelas, di saat bel pulang berbunyi anak-anak mulai berhamburan keluar karena ini jam makan siang, semua anak bersiap-siap untuk melanjutkan aktivitas ada yang langsung keluar kelas, ada yang tetap duduk dibangku meja sambil mengeluarkan bekal makan siang mereka.

pada waktu itu ketika sedang santai aku tidak tahu kenapa salah satu teman sekelasku bernama sukma berkata "fikar.. jangan temani si erin ya"  hati kecilku bertanya-tanya tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata dikarenakan aku takut, aku tidak berani menghadapi sukma untuk bertanya kenapa dia melakukan demikian padaku. "kenapa si sukma bilang gitu ya", lalu tidak lama kemudian keesokan harinya si sukma terus saja mengejekku dengan mengataiku si suram.

Image result for stop bullying posters

pada saat itu aku heran, aku marah, tapi apadaya aku dikelas merupakan anak yang pemalu, tidak suka keramaian dan pada saat itu aku tidak berani bertanya langsung ke sukma aku hanya bisa memendamnya. 

walau sebenarnya hatiku sakit,..sedih, tapi aku ga tau mau cerita kesiapa. mungkin, karena aku yang tertutup, perasaan ini tetap ku pendam, aku merasa hari-hari aku sekolah merasa tidak nyaman karena si sukma selalu mengatai aku si suram dengan tawa khasnya. walaupun teman-teman yang lain tidak begitu terpengaruh dengan perkataan dia, di hati kecilku sudah tergores luka, luka yang sangat pedih yang tidak bisa aku ungkapkan. Tapi setiap ada acara yang sukma ikut aku memilih tidak ikut karena aku merasa risih. 

tiba kenaikan kelas, sukma dipindah kekelas lain itu berarti dia turun kelas tingkatannya, ada kelegaan didalam hatiku dia berpindah kelas, itu berarti dia tidak akan mengejekku lagi, dan aku bisa leluasa. walaupun pada saat itu aku tahu sukma merasa sedih karena harus pindah kelas. aku tidak dendam ke sukma aku memilih memaafkan sukma walaupun aku tidak pernah bertanya kenapa dia seperti itu.

setelah tamat sekolah, kami sibuk mempersiapkan diri untuk memasuki universitas, di sela-sela persiapan diri tersebut aku flashback kebelakang tentang segala prilaku ku pada saat di SMA, aku menyadari hal yang sukma lakukan padaku adalah termasuk salah satu perlakuan bullying, dia melakukan hal tersebut karena pada saat itu kondisiku yang lemah aku yang pendiam, penakut dan bergaya cupu dan dianggap dia tidak gaul. maka dari perenungan itu aku bertekad ketika aku memasuki dunia perkuliahan aku tidak mau menjadi anak yang pendiam dan aku harus jadi anak pemberani karena aku takut dan aku trauma mengalami bullying.

Image result for stop bullying posters

Dari kisah diatas, erin menyelesaikan persoalannya dengan cara membiarkan goresan luka yang ada dihatinya, karena sikap erin yang tertutup tidak berani menceritakan apa yang dialaminya, bahkan ke orangtuanya selaku pelindung erin. erin juga tidak berani bertanya kepada temannya karena erin dipenuhi ketakutan-ketakutan. erin menyelesaikan persoalannya dengan cara sendiri dengan merubah dirinya untuk menjadi lebih berani dan tidak takut lagi, untuk menjadi tidak pendiam lagi. 

#CERITA FIKSI
#BULLYING




Tidak ada komentar